Keistimewaan Yogyakarta, sebuah pesan

22 Jul

Ringkas cerita sebelum negara R.I berdiri Kasultanan Yogyakarta memiliki peran besar dalam perebutan kemerdekaan dan untuk keselarasan hubungan lebih lanjut Kasultanan dan Pakualaman menyatakan bergabung dengan negara R.I.

Tanpa di sadari keistimewaan itu telah berjalan 67 tahun dan dipertanyakan oleh generasi yang tidak mengalami peristiwa tahun 1945. Sungguh sangat disayangkan, peristiwa tahun 1945 yang penuh dengan keiklasan untuk bergabung dengan negara R.I untuk sebuah keselarasan harus mengalami ‘gugatan’.

Dalam unen-unen di Jawa sering di dengar ucapan “Ngono yo ngono ning ojo ngono“, “Kuwi yo kuwi ning dudu kuwi” yang sulit ditangkap pengertiannya, khususnya bagi yang ‘laku sembrono’, yang kurang hati-hati, dan tidak waspada.

Pada kesempatan malam Jum’at Kiwon tanggal 19 Juli 2012 (hari Kamis) Ibu Mentaram istri dari Sultan Agung Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman telah ‘manjing’ ke dalam raga juru kunci Sendang Ari Wulan dan bercerita panjang lebar tentang Kesultanan Yogyakarta. Saat itu kami hanya sebatas mendengarkan tidak bisa bertanya lebih jauh karena kami semua tidak menguasai tentang Kasultanan Yogya, Pakualaman dan Mangkunegaran.

Di akhir cerita Beliau berpesan :”Sultan tetap Sultan, dengan mengurusi kesultanan aja sudah cukup,  dengan gegono yang telah ditinggalakan. (dalam cerita itu disebukan Borobudur, Prambanan dan peninggalan dalam Kraton)”.

Maksud dari semua ini penulis tidak mengetahui, kehadirannya saat itu hanya sebatas bincang-bincang. Jadi penulis tidak siap ketika materi bincang-bincang menjurus pada eksistensi Kasultanan Yogyakarta dan Pakualaman.

Lahir dan Batin, Sebuah Perkenalan

16 Apr

Manusia terlahir sebagai satu kesatuan yang utuh lahir dan batin, keduanya perlu di rawat, dijaga dan di tumbuh-kembangkan.

Sejak lahir kebanyakan manusia diajarkan cara makan bercita-cita menjadi orang kaya, menjadi ini menjadi itu, belajar computer, belajar menggambar, belajar berbagai bahasa dan seterusnya itu semua baru pemenuhan kebutuhan bagian lahir/lahiriah…

Pernahkan batin diperlakukan seperti itu ? sehingga batin tidak tidur atau bahkan membatu ?

Dengan sendirinya ketika batin tertidur tidak akan pernah tahu apa-apa sampai waktu yang ada habis untuk tidur, yang hanya menjalani kehidupan di alam dunia tidur (mimpi dalam kehidupan)…

Mungkin dalam tidurnya pernah mendengar “sesungguhnya semua ini berasal dari Illah dan akan kembali kepada Illah”, jadi ketika manusia diciptakan, yang menciptakan Illah sebagai sumber awal yang hidup tetapi ketika proses penciptaan lahir lingkungan hanya memperhatikan fisik si manusia yang baru lahir, akhirnya batin yang ikut lahir semakin lama semakin kurus tidak pernah di didik, diberi makan dan sebagainya kebutuhan batin… akhirnya batin tertidur dan lebih parah lagi batin menjadi batu… itulah yang didistilahkan dengan “keras kepala” atau “mati hatinya”.

Hello world! lahirdanbatin

16 Apr

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.